CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS

Minyak bumi US $ 117 per barrel - mungkinkah solusinya "sumur tua" ?

Saat ini sedang ada “kekhawatiran” tingkat tinggi bahwa target APBN untuk “lifting” minyak di tahun 2008, tidak akan tercapai. Pada saat menyusun APBN 2008, “ibu Sri Mulyani sudah menyampaikan bahwa target 1,034 juta barrel di APBN 2008 jangan sampai jadi pepesan kosong”. Akhirnya DPR dan pemerintah menyetujui target 927.000 barrel minyak per hari. Tapi nampaknya pada Triwulan-1 2008, target lifting ini belum tercapai. Padahal Priyono, alumni ITB dari Geologi angkatan 1976 yang menjadi kepala BP Migas baru, juga mencanangkan dan menjanjikan untuk mengejar peningkatan target Lifting ini. Karena harga minyak bumi terus meroket diatas US $ 117 per barrel (20 April 2008), maka produksi minyak nasional menjadi sangat penting. Dengan kata lain, target lifting minyak harus terlampaui jika tidak ingin APBN terbebani.

Salah satu solusi yang ditawarkan pemerintah adalah mengembangkan kembali sumur-sumur tua. Untuk ini, pihak pemerintah telah merevisi Peraturan pemerintah tentang pengelolaan sumur-sumur tua. Dari 13.824 sumur tua di seluruh Indonesia, diharapkan 5000 sumur masih mampu memproduksi 5.000 s/d 12.000 barrel minyak per hari (Contoh foto sumur tua dari Liputan6.com).

Berikut beberapa artikel terkait contoh-contoh lokasi sumur tua minyak bumi, dan juga beberapa informasi lainnya:

* Daerah Blora Jawa tengah ada 511 sumur

* Daerah Musi Banyu Asin Sumatra Selatan ada 500 sumur

* Daerah Muba Sumatra Selatan ada 300 sumur

* Daerah Bojonegoro, Jawa timur yang menolak Peraturan Pemerintah no:1 tentang pengelolaan sumur tua

* Download Peraturan Pemerintah no:1 tahun 2008 tentang pengusahaan pertambangan Minyak pada sumur tua

* Permasalahan sumur tua selama ini dan contoh sumur tua diliput oleh Liputan 6 pada April 2007

* Pendapat dari Ikatan Ahli Teknik Migas Indonesia (IATMI) tentang peraturan baru Pemerintah

Saya sebenarnya sedang “penasaran” dan ingin masukan serta pengalaman dari siapa saja, kalau-kalau ada insinyur Indonesia yang telah “berkecimpung” di bisnis ini (selain di Duri steam flood). Setahu saya, untuk mengambil minyak dari sumur tua banyak sekali cara yang dapat dilakukan seperti Gas lift, atau water injection, dan juga menggunakan steam flooding seperti di ladang Duri milik Chevron Pacific Indonesia (Dulu Caltex). Tetapi juga banyak sekali teknologi lain seperti menggunakan polymer dll. Saya terus terang sedang memikirkan kemungkinan uap (steam) panas bumi yang tersedia di berbagai daerah, di-injeksikan untuk mengangkat minyak bumi dari sumur tua.

0 komentar: