CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS �

Barambai Mengandung Gas Alam !

Barambai, Barito, Kalimantan Selatan, bersamaan dengan munculnya semburan gas, mungkin akan segera diketahui. Hal ini bisa dibaca di websitenya BPMIGAS.

Nah, jadi jangan terlalu takut dengan semburan. Ada kalanya semburan itu justru “hadiah” dari alam.

PEMERINTAH AKAN TAWARKAN POTENSI GAS BARAMBAI KE INVESTOR

JAKARTA – Pemerintah berencana menawarkan potensi gas Kampung Bali, Desa Kolam Kanan, Kecamatan Barambai, Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan, kepada investor. Potensi gas tersebut terdeteksi bersamaan dengan semburan lumpur dari sebuah lubang pemboran air tanah dengan kedalaman 138 meter pada 22 November lalu.

Dirjen Migas, Luluk Sumiyarso seperti dikutib Investor daily mengatakan, pihaknya tengah meneliti status potensi gas di wilayah itu. “Kalau itu masuk wilayah terbuka, investor bisa mengajukan joint study dan nanti akan kami tender. Investor tersebut memperoleh privilege,” kata Luluk.




Sementara itu, Kepala Badan Geologi DESDM Bambang Dwiyanto mengatakan, semburan lumpur dan gas dari lubang pemboran air tanah di Barito Kuala tidak berbahaya bagi kehidupan. Namun masyarakat diminta tidak beraktivitas di sekitar semburan gas. “Dari hasil analisa konsentrasi unsur gas yang keluar tidak berbahaya karena masih di bawah ambang batas yang membahayakan kesehatan,” tuturnya.

Bambang menambahkan, lubang semburan itu mengeluarkan gas yang bertekanan kuat dan mengeluarkan lumpur dalam jumlah kecil. Suhu lumpur yang keluar sekitar 26 derajat Celcius masih dalam kisaran normal.

Komposisi gas di atas lubang semburan, lanjut Bambang, terdiri atas gas metana 22,2-26,6%, karbondioksida 0,45-0,75 % dan nitrogen sekitar 80%. Gas metana dan karbondioksida kemungkinan berasal dari jebakan hidrokarbon di bawah permukaan.

Apakah ini tanda-tanda bagus ?

Ya tentusaja ini “pertanda” bagus, mungkin saja benar. Tetapi bukan berarti pasti ada gasnya. masih banyak yang harus diuji. Diuji kandungan serta komposisinya, diuji seberapa besar jumlahnya, diuji dengan test produksi, dan baru akhirnya diuji keeonomiannya.

Bisa saja itu gas methane dari jebakan gas, bisa jadi juga CBM (Coal Bed Methane) . Perlu penelitian lebih lanjut.

Penampang barat-timur

Nah sekarang aku gantian bertanya …. kalau ternyata nantinya yang di porong juga merupakan pertanda bagus, siapakah yang berhak memperoleh atau mengelolanya ?. Perlu diingat saat ini yang membeli tanah itu bukan dengan uang Pemerintah. Lah apa Lapindo lagi ? Bisa jadi, … tapi aku ngga akan kaget kalau nanti ada yang serta merta menggunakan teori konspirasi … waaak …
Jangan suudzon lah yaw

Penampang Barat-timut disederhanakan


Read More......

Potensi Geothermal hasil kajian dari VSI (Volcanological Survey Indonesia)

peta-wkpanasbumi-2004.jpg Geothermal atau panas bumi ini tidak bisa dilepaskan dari gunung api yang ada di Indonesia. Directorat Volkanologi juga tidak ketinggalan menginventarisasi potensi-potensi geothermal (panasbumi) ini.

Memang akan terkesan tumpang tindih antara kepentingan VSI yang berkonsentrasi dengan bencana, namun disisi lain VSI juga melihat potensi sumberdaya dari aktifitas gunung api ini. Potensi geothermal di Indonesia yg sudah di-inventarisasi oleh VSI ada sejumlah 244 lokasi. Potensi-potensi geothermal ini masih perlu penelitian lebih lanjut, misal kajian survey temperature (geolistrik/resistivitas) dan juga pemboran. Juga perlu koordinasi dengan lembaga-lembaga lainnya termasuk Pertamina, PLN dan juga Badan Geologi.

peta-wkpanasbumi-2004.jpgNamun sejumlah potensi 244 lokasi ini akan lebih memberikan nuansa bahwa distribusi panasbumi ini ternyata sangat menyebar di seluruh pulau-pulau besar di Indonesia kecuali Kalimantan. Seperti tulisan sebelumnya (Geographic source based policy) bahwa Kalimantan memang sebaiknya (harus) menggunakan gas atau batubara yg berasal dari daerah ini.




Karena yang lama tabelnya nyungsep entah kemana ini ada tabel lebih baru tahun 2004 sebagai pengganti :)

potensi-panas-bumi-2004.jpg

wkp_panasbumi-2004.jpg



Read More......

Pemerintah Targetkan CBM, Mulai Produksi 2011

beritabaru.com/Istimewa

Jakarta, beritabaru.com - Dirjen Migas Departemen ESDM, Evita Legowo mengatakan, kontraktor gas metana batubara atau coal bed methane (CBM) yang tengah melakukan eksplorasi merasa optimistis produksi gas bisa segera dimulai pada 2011.

"Kami optimis gas CBM bisa segera diproduksi," katanya di Jakarta, Kamis (30/4).

Indonesia memiliki sumber daya CBM cukup besar, yakni mencapai 453 triliun kaki kubik (TCF) yang sebagian besar berada di pulau Sumatera dan Kalimantan.

CBM merupakan gas bumi yang terperangkap di dalam batubara. Melalui proses pengeboran tertentu, CBM diambil tanpa mengurangi deposit batubaranya.

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Departemen ESDM, Edy Hermantoro menjelaskan bahwa pemerintah akan menandatangani kontrak empat blok CBM saat penyelenggaraan Konvensi Indonesia Petroleum Association (IPA) pada 5 Mei 2009.



"Tahun ini kami targetkan penandatanganan 14 blok CBM," katanya.

Selain CBM, lanjutnya, dalam acara yang dijadwalkan disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, juga akan ditandatangani 11 blok migas yang ditawarkan secara langsung dan pengumuman penawaran 24 blok baru.

Dia menjelaskan, saat ini, terdapat tujuh kontrak kerja sama (KKS) pengembangan CBM. Ketujuh kontrak tersebut adalah Blok Sekayu, Sumatera Selatan dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) adalah konsorsium PT Medco CBM Sekayu dan South Sumatra Energy Inc yang ditandatangani pada 27 Mei 2008.

Blok Sekayu merupakan kontrak CBM pertama yang ditandatangani. Selanjutnya, Blok Bentian Besar di Kalimantan Timur dengan KKKS PT Ridlatama Mining Utama, dan Blok Indragiri Hulu, Riau dengan PT Samantaka Mineral Prima yang ditandatangani kontraknya pada 26 Juni 2008.

Empat blok CBM lainnya, ditandatangani pada 13 Nopember 2008, yaitu Blok Barito Banjar 1 dengan PT Indobararambai Gas Methan, Blok Barito Banjar 2 dengan PT Barito Basin Gas, Blok Sangatta dengan Konsorisum PT Pertamina Hulu Energi Metana Kalimantan A Sangatta West CBM Inc dan Blok Kutai dengan Konsorsium Kutai West CBM Inc Newton Energy Capital Liimited. (*)

Read More......

Potensi Coal Bed Methane (CBM) sebagai energi alternatif di Indonesia

Coal bed methane (CBM) merupakan sumber energi yang relatif masih baru. Sumber energi ini merupakan salah satu energi alternatif yang dapat diperbaharui penggunaannya. Gas metane yang diambil dari lapisan batubara ini dapat digunakan sebagai energi untuk berbagai kebutuhan manusia. Walaupun dari energi fosil yang tidak terbaharukan, tetapi gas ini terus terproduksi bila lapisan batubara tersebut ada. Kenapa? Yuk kita bahas sedikit.

Sebagaimana kita ketahui, batubara di Indonesia cadangan dan produksinya cukup menjanjikan. Dapat kita lihat pada gambar 1, dimana Indonesia termasuk negara produsen batubara dunia.

untitled1
Gambar 1. Negara dengan cadangan dan produksi batubara terbesar di dunia.

Seiring bertambahnya kebutuhan akan energi, baik untuk listrik dan transportasi, negara-negara berkembang seperti Indonesia juga membutuhkan suatu energi alternatif yang dapat terus dikembangkan. Dapat kita lihat pada gambar 2, dimana kebutuhan akan energi untuk pembangkit listrik terus berkembang. Salah satu pembangkit listrik di dunia yang paling dominan adalah dari energi batubara.



untitled2

Gambar 2. Sumber pemakaian energi untuk konsumsi listrik di dunia.

Berdasarkan perkiraan dari sebuah institusi di Prancis, maka konsumsi energi di dunia tetap akan memakai minyak, batubara dan gas sebagai energi primer (gambar 3). Projeksi ini memberikan gambaran sebagaimana pentingnya peran energi fosil sebagai energi yang ”harus” terbarukan. Kata-kata harus disini mungkin tidak masuk akal, karena energi tersebut memang habis dipakai (tidak dapat diperbaharui). Dengan adanya teknologi, riset dan pemikiran baru, maka sebuah lapisan batubara dapat memberikan sebuah energi baru berupa gas yang dapat kita pakai.

Bentuk CBM sama halnya dengan gas alam lainnya. Dapat dimanfaatkan rumah tangga, industri kecil, hingga industri besar. CBM biasanya didapati pada tambang batu bara non-tradisional, yang posisinya di bawah tanah, di antara rekahan-rekahan batu bara.

untitled3
Gambar 3. Energi primer yang dipakai di dunia.

Untuk memproduksi CBM, lapisan batubara harus terairi dengan baik sampai pada titik dimana gas terdapat pada permukaan batubara. Gas tersebut akan teraliri melalui matriks dan pori, dan keluar melalui rekahan atau bukaan yang terdapat pada sumur (gambar 4).

Air dalam lapisan batubara didapat dari adanya proses penggambutan dan pembatubaraan, atau dari masukan (recharge) air dalam outcrops dan akuifer. Air dalam lapisan tersebut dapat mencapai 90% dari jumlah air keseluruhan. Selama proses pembatubaraan, kandungan kelembaban (moisture) berkurang, dengan rank batubara yang meningkat.

untitled4
Gambar 4. Kaitan antara lapisan batubara, air dan sumur CBM.

Gas biogenik dari lapisan batubara subbituminus akan dapat berpotensi menjadi CBM. Gas biogenik tersebut terjadi oleh adanya reduksi bakteri dari CO2, dimana hasilnya berupa methanogens, bakteri anaerobik yang keras, menggunakan H2 yang tersedia untuk mengkonversi asetat dan CO2 menjadi metane sebagai by produk dari metabolismenya. Sedangkan beberapa methanogens membuat amina, sulfida, dan methanol untuk memproduksi metane.

Aliran air, dapat memperbaharui aktivitas bakteri, sehingga gas biogenik dapat berkembang hingga tahap akhir. Pada saat penimbunan maksimum, temperatur maksimum pada lapisan batubara mencapai 40-90°C, dimana kondisi ini sangat ideal untuk pembentukan bakteri metane. Metane tersebut terbentuk setelah aliran air bawah tanah pada saat ini telah ada.

Apabila air tanah turun, tekanan pada reservoir turun, pada saat ini CBM bermigrasi menuju reservoir dari sumber lapisan batubara. Perulangan kejadian ini merupakan regenerasi dari gas biogenik. Kejadian ini dipicu oleh naiknya air tanah atau lapisan batubara yang tercuci oleh air. Hal tersebut yang memberikan indikasi bahwa CBM merupakan energi yang dapat terbaharui.

Lapisan batubara dapat menjadi batuan sumber dan reservoir, karena itu CBM diproduksi secara insitu, tersimpan melalui permukaan rekahan, mesopore, dan mikropore (gambar 5). Permukaan tersebut menarik molekul gas, sehingga tersimpan menjadi dekat. Gas tersebut tersimpan pada rekahan dan sistem pori pada batubara sampai pada saat air merubah tekanan pada reservoir. Gas kemudian keluar melalui matriks batubara dan mengalir melalui rekahan sampai pada sumur. Gas tersebut sering kali terjebak pada rekahan-rekahan.

untitled5
Gambar 5. Kaitan antara porositas mikro, meso dan makro.

CBM juga dapat bermigrasi secara vertikal dan lateral ke reservoir batupasir yang saling berhubungan. Selain itu, dapat juga melalui sesar dan rekahan. Kedalaman minimal dari CBM yang telah dijumpai 300 meter dibawah permukaan laut.

Gas terperangkap pada lapisan batubara sangat bergantung pada posisi dari ketinggian air bawah tanah. Normalnya, tinggi air berada diatas lapisan batubara, dan menahan gas di dalam lapisan. Dengan cara menurunkan tinggi air, maka tekanan dalam reservoir berkurang, sehingga dapat melepaskan CBM (gambar 6).

untitled6Gambar 6. Penampang sumur CBM.

Pada saat pertama produksi, ada fasa dimana volume air akan dikurangi (dewatering) agar gas yang dapat diproduksi dapat meningkat. Setelah fasa ini, fasa-fasa produksi stabil akan terjadi. Seiring bertambahnya waktu, peak produksi akan terjadi, saat ini merupakan saat dimana produksi CBM mencapai titik maksimal dan akan turun (decline).

Volume gas yang diproduksi akan berbanding terbalik dengan volume air. Bila volume gas yang diproduksi tinggi, maka volume air akan berkurang. Setelah peak produksi, akan terjadi fasa selanjutnya, yaitu fasa penurunan produksi (gambar 7). Seperti produksi minyak dan gas pada umumnya, fasa-fasa tersebut biasa terjadi. Namun demikian, seperti yang telah diuraikan, CBM dapat terbaharukan.

untitled7Gambar 7. Volume vs time dalam produksi CBM.

untitled8
Gambar 8. Cadangan CBM Amerika.

Cadangan Coal Bed Methane (CBM) Indonesia saat ini cukup besar, yakni 450 TCS dan tersebar dalam 11 basin. Potensi terbesar terletak di kawasan Barito, Kalimantan Timur yakni sekira 101,6 TCS, disusul oleh Kutai sekira 80,4 TCS. Bandingkan dengan gambar 8, Amerika yang memiliki cadangan batubara cukup luas dan tersebar, hanya memiliki cadangan CBM yang relatif kecil.

Berdasarkan data Bank Dunia, konsentrasi potensi terbesar terletak di Kalimantan dan Sumatera. Di Kalimantan Timur, antara lain tersebar di Kabupaten Berau dengan kandungan sekitar 8,4 TCS, Pasir/Asem (3 TCS), Tarakan (17,5 TCS), dan Kutai (80,4 TCS). Kabupaten Barito, Kalimantan Tengah (101,6 TCS). Sementara itu di Sumatera Tengah (52,5 TCS), Sumatera Selatan (183 TCS), dan Bengkulu 3,6 TCS, sisanya terletak di Jatibarang, Jawa Barat (0,8 TCS) dan Sulawesi (2 TCS).

Sebagai informasi, sumber daya terbesar sebesar 6,49 TCS ada di blok Sangatta-1 dengan operator Pertamina hulu energi methane Kalimantan A dengan basin di Kutai. Disusul Indragiri hulu dengan operator Samantaka mineral prima dengan basin Sumatera Selatan yang mempunyai sumber daya 5,50 TCS, dan sumber daya paling rendah terlatak di blok Sekayu yang dioperatori Medco SBM Sekayo dengan basin Sumatera Selatan, dengan sumber daya 1,70 TCS.

untitled9


Read More......

Aplikasi Res-2D untuk survei minerba dan energi

Metoda Res-2D merupakan salah satu cara untuk mengetahui kondisi bawah permukaan, baik untuk mengetahui distribusi vertikal ataupun lateral mineral dan batubara.

Biaya untuk survei ini akan lebih murah dibandingkan dengan pemboran yang memerlukan jumlah pemboran yang banyak. Metoda ini dilakukan dengan menginjeksikan arus ke dalam bumi melalui lektroda besi, Besar kuat arus dan beda potensial yang terjadi saat injeksi dicatat dan dapat ditentukan nilai rho. Nilai rho sangat dipengaruhi oleh sifat fisis batuan ataupun fluida dan gas yang berada di bawah permukaan bumi. Oleh karena itu nilai rhodapat digunakan untuk menafsirkan keberadaan batubara, mineral di bawah permukaan bumi, baik sebaran, tebal; dan pada akhirnya dapat digunakan untuk menghitung cadangannya. telah dilakukan beberapa survei Res 2D di beberapa lokasi tambang batubara, prospek CBM,

Model resistivity

Ini adalah contoh aplikasi Res2D untuk identifikasi sebaran batubara; masih banyak lagi contoh lain akan menyusul dilain kesempatan

Read More......

Pusri Raih Jaminan Pasokan Gas dari Medco

PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) mendapat jaminan pasokan gas untuk produksinya dari Medco E&P Indonesia dan Pertamina EP 240 MMBTU yang berasal dari lapangan gas di sekitar Sumatera Selatan.







"Secara prinsip, pasokan gas tidak bermasalah. Keduanya sudah komitmen memasok kebutuhan gas sebesar 240 MMBTU," ujar Direktur Utama Pusri Dadang Kodri, seusai acara Contract Signing Ceremony for the Construction of the Largest Ammonium Nitrate Plant in Indonesia, di Hotel JW Marriot, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (3/6/2009).


Terkait harga gas ke industri, harga pupuk dijual sesuai hasil negosiasi dengan produsen. Saat ini, harga gas termasuk untuk industri nasional dan dijual sesuai dengan harga keekonomiannya.

?'Khusus harga gas ke Pusri, disepakati sebesar USD3,6 MMBTU," pungkasnya

Read More......

SBY Resmikan Proyek Lapangan Gas

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan meresmikan Proyek Lapangan Gas Sisi dan Nubi di daerah Senipah di Tenggarong, Kalimantan, di Kantor TOTAL T&T INDONESIE. Adapun proyek tersebut memiliki cadangan gas sebesar kurang lebih 250 miliar bmo, serta dapat diproduksi lebih dari satu dasawarsa.

Lapangan gas Sisi ditemukan tahun 1986 dan lapangan Nubi ditemukan tahun 1982, masing-masing terletak di lepas pantai berjarak 25 KM dari Selat Mahakam untuk Lapangan gas Sisi, sedangkan Nubi terletak 30 km sebelah tenggara lapangan Tunu.


ni merupakan lapangan Sisi Mini yang dimiliki TOTAL 47,9 persen, INPEX 47,9 dan Pertamina 4,2 persen. Lapangan ini memiliki 17 sumur yang telah dibor pada 1992 dan 1997 serta mulai produksi 20 November 2007.

Selain itu, pihak TOTAL juga membangun pipa bawah laut yang hasil produksinya akan dikirim ke Bontang. Dan kondensat, yang akan dikirim ke Balikpapan.

Di samping itu, SBY rencananya juga akan meresmikan proyek infrastruktur Departemen SDM dan Pekerjaan Umum provinsi Kalimantan Timur. Termasuk menyerahkan bantuan langsung masyarakat mandiri.

Acara tersebut dihadiri oleh Dirut PLN, Menteri Koordinator Kesra, Menteri PU, Menteri SDM dan pejabat sementara Gubernur Kalimantan Timur Tarmizi Karim

Read More......